Cinta tidak menjadikan seseorang sebagai pengecut. Itulah yang dipercaya oleh antira, seorang gadis suku Minahasa yang tegas, kritis, taat beragama, sekaligus romantis dan Perasa. Kisah cintanya dengan doli, seorang pemuda suku Batak, terpaksa kandas karena Doli menyerah pada hukum adat yang mengharuskannya menikah dengan pariban yang dipilihkan keluarganya.